Minggu, 30 Oktober 2016

Istiqomah-kan Hamba


Karena bagi gw hidayah bisa atas dua cara, datang dari Allah Subhanahu wa ta'ala dan mencarinya sendiri dengan berbagai cara.





Jumat, 30 September 2016

Catatan Akhir Cuti






Semua bisa dibunuh, kecuali waktu... Dan sampailah sudah di penghujung perjalanan. Udah puas ngelepas jenuh pekerjaan, sudah bisa berlari dari rutinitas yang tanpa henti. Sekarang waktunya kembali pada itu semua.

Semoga perjalanan kali ini bener2 nge-refresh semuanya. Pikiran, hati, dan perasaan. Bosan dan jenuh bisa mematikan secara perlahan. Tapi bisa dilawan,kawan. Pergilah sejauh kamu bisa, nikmati kebebasan, dan kembalilah saat raut wajahmu sudah penuh dengan senyuman...

Teruntuk yang tercinta, terimakasih sudah menemaniku selama ini. Perjalanan hari ini sudah berakhir, tapi "perjalanan" diluar sana sungguh tak berujung, dan aku akan selalu membutuhkanmu untuk melaluinya...









Rabu, 31 Agustus 2016

Bismillah





Percaya, baik dan buruk hanya datang dari Allah SWT. Bismillah






 

Kamis, 14 Juli 2016

Dear, My Lovely



Yapp, beberapa hari ini di rumah masih pada sendu. Ngulik gitar, tapi gw sendirian aja yang nyanyi2, sementara Bubun masih masang muka gak percaya bahwa lagu2 bagus bisa gw rusak dengan mudahnya menggunakan teknik sampling voice gw yang Naudzubillah.

Masih pada males makan, ujung2nya gw sendirian makan masakan yang lebih sering dipanasin daripada dicicipin. Masih pada mellow, masih sering curhat2an pelan2, bisik2, ketawa2 kecil, saling berpelukan, dan cium2an.. Jangan risih, karena itu halal buat kami, hihihi...

Saling menguatkan, karena masalah datang bukan untuk satu orang, tapi kami berdua. Saling mendukung, karena duka yang merundung bukan untuk ditinggal kabur, tapi untuk dilawan bersama.

Salah bermula di gw, dan ujung2nya malah nyakitin orang yang harusnya ga pernah gw sakitin. Dendam maupun sakit ga pernah gw haramkan, pun gw akan melakukan hal yang sama seandainya gw yang ngalamin. Trus apa kita hancur ? Gak lah... Kita lawan bersama, kita jalani bersama, kita saling bergantung satu sama lain. Sekarang dan seterusnya kita tambah kuat. Orang yang tersenyum nyinyir ketika melihat kita jatuh, akan cemberut. Bukankah mengasyikkan saat melihat  pembenci menjadi makan hati ?

Gw minta maaf selama ini udah bikin kamu kecewa, bikin kesalahan terbesar, melakukan kejahatan yang paling ga kamu suka, dan selalu kamu kutuk. Maafkan lelakimu ini...

Anyway, izinkan kupersembahkan rasa terimakasihku untuk kamu seorang. Terimakasih atas dukungannya selama ini. Terimakasih atas pelukanmu, ciumanmu, dan senyumanmu. Terimakasih.











Minggu, 19 Juni 2016

Bukan Rama, tapi Rahwana



Bukankah Shinta tercipta untuk Rahwana?
Sang Dasamuka mempesona
Sang pemimpin yang lebih pantas meraja

Ia jahat? 
Tidak, Ia hebat
Alengka mencintai, Alengka memuji

Lalu kenapa ada Rama?

Rama hanya menguji
Rama hanya menghalangi
Bukankah Ia yang meragukan kesetiaan Shinta?
Bukankah Ia yang meragukan kesucian sang putri dari Mithila?
Bahkan terhadap Lawa dan Kusa ?

Rahwana lah pecinta sejati
Tak satu sentuhan pun menodai Shinta
Karena Ia cinta
Karena Ia setia
Karena Ia tak pernah memaksa

Sampai hayat menyayat di akhir hidup, tak sekalipun Ia berpaling dari memuji Shinta, dari mengkhianati perasaan,dari pemujaan yang selalu berlebihan.

Shinta layak dipuja, layaknya seorang Dewi

Dan Rahwana adalah seorang pemuja, meskipun Ia adalah sang raja
Mengajarkan rasa cinta tanpa memaksa, tanpa syarat untuk setia, dan menerima karena jalannya..

Shinta membutakan logika
Rahwana mengalahkan egonya
Adakah yang lebih indah dari itu semua?