Kamis, 10 April 2014

Ayah Juga Sedih, Nak...



Subuh tadi, bangun lebih awal karena niat mau nonton Liga Champion, United yang maen. Terlepas dari kekalahan MU dinihari tadi, gw mau buka sedikit rahasia Anya, yang bikin gw nyesel, kenapa gw cari tau.

Jadi, sembari nunggu babak kedua dimulai, gw ambil binder a.k.a buku hariannya Anya, gw buka2, sampai ke bagian ini, sebuah kertas yang dilipat2, yang bikin penasaran. Isinya seperti ini :






Gw gak malu ngakuin, gw sampe nangis tadi... Memang ni anak paling manja sama gw. Mungkin dia begitu merasa kehilangan tukang jemput dia pulang sekolah, sampai2 ditulis di buku hariannya.

Ya Allah.... Mudahan dah gw ntar cuman sebentar kerja jauh dari anak, dan cepet kerja disekitar sini, supaya bisa lebih sering ketemu... Gak ada yang bisa membatasi rasa sayang ke anak, dan sebaliknya.

Semangat walau tanpa Ayah yang menjemput sekolah ya, Nak     \(^-^)/








Jumat, 04 April 2014

Konspirasi Mutasi Geng MarioKart :-D



Akhirnya geng kita bubar... kali ini bukan adzan Maghrib yang memisahkan pertandingan NDS seperti biasanya, tapi gak tanggung-tanggung : SK Mutasi !!!

Dulunya ( dan masih jalan sampai tulisan ini dimuat ), kita selalu main NDS setiap kelar kerjaan kantor, sekitar jam setengah 6, tepat saat dimana otak sudah lemah bekerja, dan butuh hiburan dibandingkan istirahat. Tapi tepat seminggu yang lalu, keluarlah momok menakutkan bagi semua kalangan pegawai Pajak tercinta, yakni lembaran pengumuman bertuliskan nama dan tempat kerja yang baru.

Gw beserta 3 saudara beda ayah beda ibu, akhirnya nyebar di 3 kantor. Gw terpaksa harus menjalani pekerjaan ditempat gw magang 8 tahun lalu, Adit --yang suka maenin Monyet Kong di Mario Kart-- pindah ke Tanjung, sementara duo Arri Bagong dan Udin Galau dapet kenaikan pangkat menjadi Ahli Repot (AR) di kota berjarak 6 jam dari Banjarmasin, Batulicin.

Lucunya, saat SK Mutasi pertama beredar dan diketaui oleh temen2, bukannya keprihatinan karena dipindah yang diungkapkan, malah ungkapan sedih karena geng NDS kita bubar, hahaha...

Yaaaa, NDS ini emang game buat anak2. Tapi berkat kemampuan gw menularkan game pecicilan Mario Kart, yang semula cuman make 2 NDS, sekarang udah jadi 4 NDS :-P






------------------------------------------------------------------------


Aduuuh, gw gak konsen nulis blog kali ini. Amat sangat terpukul dengan pembubaran paksa grup tercinta ini. Semoga semuanya bisa kembali menempati posisi nyaman, dan sesuai dengan harapan, yaitu homebase, sesuatu yang amat sangat mahal harganya di Departemen gw ini.

Semoga













Kamis, 06 Maret 2014

Ada yang songong hari ini :-)



Dan ada satu lagi wepe songong pada hari ini, tanpa sebab yang jelas, ngomel2 didepan gw, yang sebenarnya gak nyambung dengan tugas gw sebenarnya. Pokoknya kata2nya bikin kuping panas, darah mendidih, persis kayak orang ngajak berantem, maunya nyalahin mulu... 
Udah, skip aja dah, langsung inti-intinya ajah...Ini pokok bahasan si wepe songong :-)

- WS maksa minta NSFP lah, tapi laporannya kurang. Langsung gw benerin, suruh laporin dulu, eh dia bilang gak perlu, katanya : "Itu kan cuman formalitas, gak dilaporin juga gak papa, cuman tulisan di atas kertas aja..." Cukkk.. Langsung gw kasih liat sistemnya. Semuanya sekarang secara sistem. Kita hidup di jaman dimana anak kecil sekalipun mampu menjalankan aplikasi dari sebuah alat kecil bernama smartphone, bukan di jaman Fir'aun masih sisiran, yang semuanya cukup diomongkan, bukan pakai sistem. WS langsung ngambek (-_-)" Tambah jelek loooo...

- WS tiba2 menjelek2in instansi, bilang instansi gw itu gak becus. Gw cuman diam..Terserah, soalnya itu tergantung persepsi tiap orang.

- WS ngeluh gak ada sosialisasi tentang program yang gw jalankan. Gw jawab aja, sosialisasi ada banyak, mungkin WS aja yg gak tau. Kalo gak percaya dia boleh lihat, di dinding lorong kantor kami, banyak poto2 dokumentasi berbagai macam sosialisasi yang kami laksanakan.  WS diem lagi...

Eh, si WS diem karena mikir mau melecehkan lagi, dibilangnya instansi kita gak punya modal buat ngirim sms tentang peraturan2 baru. Katanya kenapa bahkan di media2 aja gak ada pemberitahuan. Ya Allah, bahkan di situs2 cukup banyak peraturan bertebaran, baik yang lama maupun yang terbaru. Gak cuman disitu, dia ngeledek lagi, katanya kalo gak mampu, beli aja kartu perdana yang SMS-nya cuman 1 rupiah per sms. Luar biasa songong-nya, jenius !!!!

- Dan kembali ngeyel, katanya instansi ini kaya, masa gak mampu apa2 ? Gw cuman bisa jawab, yang kaya itu  adalah negara. Uang buat negara, kami yang nyariin. Uang yang masuk itu sepenuhnya untuk APBN, yang dibayarkan untuk macam2. Sarana publik, pendidikan, sarana transportasi, pembangunan2 infrastruktur, sampai membayar gaji ( dan juga membayar gaji gurunya dia semasa sekolah dulu.. Entahlah, mungkin juga dia gak sekolah.. )

- Apakah cuman sampai disitu ? Oooh, tidak, sia kembali mempermasalahkan kenapa gak dikasih tau ( lagi ) masalah formulir isian baru. Dengan cuek gw jawab sambil nunjuk ke papan pengumuman : "Itu loh pak, kami sudah tempelkan pengumuman tentang perubahan formulirnya sejak bulan November 2013 (sambil senyum :-)". WS jawab ragu2 : "Oooh, itu aku gak liat...". Tengsin dia, hahaha.....

------------------------------------------------------


Ahhh, semua orang bisa menyalahkan, semua orang bisa mengkritik, tapi pastikan apa yang anda sampaikan itu tertata dengan bagus, sopan, dan tidak menjatuhkan orang lain ( instansi loh ini ).

Semua orang juga bisa minta manjakan Negara ( dan instansi ) dengan kemudahan2, tapi berikan juga masukan yang berguna bagi Negara.

Setelah dia beranjak dari depan gw, gw cek masterfilenya. Ternyata si WS yang minta macem2, dan menjelek2an instansi gw udah beberapa bulan telat lapor, dan sekali lapor, gak pernah ada masukan buat Negara. Gak ada uang yang disetorkan untuk Negara...




"Jangan bertanya apa yang bisa Negara berikan kepada kamu, tapi tanya dirimu sendiri, apa yang sudah kamu berikan untuk Negara ini"








NB : Dan pertanyaan gw pada si WS : "Pantaskah anda seperti itu ?"









Selasa, 18 Februari 2014

Bubun Kumpul2 Part. 2

 
 
Kembali, dia bersua.. Walopun katanya personelnya kurang, entah yang kurang itu penabuh gendang ketipung, pemain mandolin, atau ternyata penari latar, nikmati saja pertemuan kalian :-D
 
 


Noh, yg baju krem datangnya paling telat :-P
 
 
 
 
 Calon Ibu yang amat sadar kamera (-_-)"
 
 
 
 
 
Yang kiri, maaf ngeblur yeee...
 
 
 
 
 
Giliran kanan yang agak gak fokus.hehehe...
 
 
 
 
 
Here we are ....
 
 
 
 
 
Hasil kloningan semua :-)
 




Rabu, 12 Februari 2014

Menuju Baitullah Itu Berat, Teman





Seorang lelaki Islam Bosnia yang berjalan kaki untuk menunaikan ibadah haji di Mekah pada tahun lalu memberitahu agensi berita AFP bahawa dia tiba di kota suci tersebut selepas melintasi tujuh buah negara termasuk Syria yang kini dilanda perang saudara.

"Saya tiba di Mekah pada Sabtu lalu. Saya tidak letih, ini merupakan hari paling bahagia dalam hidup saya," kata Senad Hadzic lewat telepon

Lelaki berusia 47 tahun itu memberitahu, dia berjalan kaki sejauh 5,700 kilometer (km) selama 314 hari melintasi Bosnia, Serbia, Bulgaria, Turki, Syria dan Jordan untuk ke Mekah dengan membawa tas punggung seberat 20 kilogram.

Hadzic memaparkan perjalanan tersebut dalam akaun Facebook miliknya termasuk gambar dia memperoleh tiket masuk dan keluar Syria yang dikeluarkan oleh kementerian dalam negeri kepada warga asing.

"Saya melintasi Syria pada April lalu. Saya berjalan sekitar 500km dalam waktu 11 hari. Saya melintasi bandar raya Aleppo dan Damsyik serta sejumlah pos kawalan tentera rejim dan pemberontak tetapi saya tidak pernah ditahan.

"Di sebuah pos kawalan tentera Presiden Bashar Al-Assad, beberapa askar mengarahkan saya mengosongkan tas punggung saya. Apabila saya menunjukkan al-Quran dan menyatakan saya berjalan kaki ke Mekah, mereka melepaskan saya," ujar Senad.

"Saya berjalan kerana Allah, untuk Islam, untuk Bosnia-Herzegovina, untuk ibu bapak dan saudara perempuan saya," tambah lelaki itu.

Di laman Facebooknya, dia memberitahu, Tuhan telah menunjukkan jalan ke Mekah dalam mimpinya termasuk menuju ke kota suci itu melalui Syria dan bukan Iraq.

Semasa perjalanannya, Senad berhadapan dengan suhu dingin antara -35° derajat Celsius di Bulgaria hingga kepanasan mencecah 44° derajat Celsius di Jordan.

Menurutnya, dia terpaksa menunggu di Istanbul selama beberapa minggu untuk mendapatkan izin untuk melintasi Jambatan Bosphorus dengan berjalan kaki, selain dua bulan di Jordan dan Arab Saudi bagi mendapatkan visa untuk mengerjakan ibadah haji. - AFP
 





 

 
 


 












 
Ya Allah, mudahkanlah jalan untukku kelak saat hati ini sudah bulat tekad, badan ini mampu, dan semua kewajiban terpenuhi untuk bisa menuju Baitullah. Amiiin