Kamis, 23 Oktober 2008

Harvest Moon : Back to Nature

Game jadul yang sampe saat ini masih gw mainkan saat malem2, pas acara TV gak ada yg menarik. Game ringan ( berat dikit, soalnya banyak rahasia2 yg emang perlu dipelajarin buat sukses nge-game-nya ). Game dengan animasi 2 dimensi ini didasari kehidupan biasa petani, yg sebenarnya adalah seorang remaja yg kembali ke desa untuk mengelola kebun sang kakek yg udah gak ada. Mulailah kita bekerja dari nol, dari membersihkan lahan, memecah batu2 besar, ngumpulin kayu, jamur untuk dijual. Uangnya buat beli bibit, ditanam, pas panen dijual lagi, begitu seterusnya...


Sekilas emang membosankan, tapi karena sangat banyaknya tujuan untuk berhasil di game ini, kita dituntut bisa menghasilkan uang banyak2, soalnya buat beli bibit, buat gedein rumah, buat beli pakan ternak, dst...

Ya gitu deh, game ringan yang bener2 ringan, cuman capek aja mencet2 tombolnya. Tipikal game RPG.

Nah, yg biasanya jadi ciri khas game RPG adalah banyaknya trik2 yg bisa kita gunakan dalam setiap game RPG, begitu pula dengan game ini. Saking banyaknya, di internet bertebaran walkthrough ato faq tentang game ini. Gw aja dirumah punya banyak banget, mungkin kalo diukur tingginya sekitar 30 cm tumpukan kertas hasil print2an :-P

Oh, ya, gw sampe saat ini masih gabung di forum yg bener2 ngebahas sampe tuntas masalah HM BTN. Lihat aja disini


Kalo ada masalah2 mengenai HM BTN, silakan kasih comment aja di postingan ini, ntar gw bahas sampe tuntas ( soalnya banyak temen2 di forum yg nanya macem2, jadi gw pindahin kesini aja sebagian...)

Rabu, 22 Oktober 2008

Anak Anjing


Sebuah toko hewan peliharaan (pet store) memasang papan iklan yang menarik bagi anak-anak kecil, "dijual anak anjing". Segera saja seorang anak lelaki datang, masuk ke dalam toko dan bertanya "Berapa harga anak anjing yang anda jual itu?"

Pemilik toko itu menjawab, "Harganya berkisar antara 30 - 50 Dollar."

Anak lelaki itu lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan beberapa keping uang, "Aku hanya mempunyai 2,37 Dollar, bisakah aku melihat-lihat anak anjing yang anda jual itu?"

Pemilik toko itu tersenyum. Ia lalu bersiul memanggil anjing-anjingnya. Tak lama dari kandang aning munculah anjingnya yang bernama Lady yang diikuti oleh lima ekor anak anjing. Mereka berlari-larian di sepanjang lorong toko. Tetapi, ada satu anak anjing yang tampak berlari tertinggal paling belakang.

Si anak lelaki itu menunjuk pada anak anjing yang paling terbelakang dan tampak cacat itu. Tanyanya, "Kenapa dengan anak anjing itu?"

Pemilik toko menjelaskan bahwa ketika dilahirkan anak anjing itu mempunyai kelainan di pinggulnya, dan akan menderita cacat seumur hidupnya.

Anak lelaki itu tampak gembira dan berkata, "Aku beli anak anjing yang cacat itu."

Pemilik toko itu menjawab, "Jangan, jangan beli anak anjing yang cacat itu. Tapi jika kau ingin memilikinya, aku akan berikan anak anjing itu padamu."

Anak lelaki itu jadi kecewa. Ia menatap pemilik toko itu dan berkata, "Aku tak mau kau memberikan anak anjing itu cuma-cuma padaku. Meski cacat anak anjing itu tetap mempunyai harga yang sama sebagaimana anak anjing yang lain. Aku akan bayar penuh harga anak anjing itu. Saat ini aku hanya mempunyai 2,35 Dollar. Tetapi setiap hari aku akan mengangsur 0,5 Dollar sampai lunas harga anak anjing itu."

Tetapi lelaki itu menolak, "Nak, kau jangan membeli anak anjing ini. Dia tidak bisa lari cepat. Dia tidak bisa melompat dan bermain sebagaimana anak anjing lainnya."

Anak lelaki itu terdiam. Lalu ia menarik ujung celana panjangnya. Dari balik celana itu tampaklah sepasang kaki yang cacat. Ia menatap pemilik toko itu dan berkata, "Tuan, aku pun tidak bisa berlari dengan cepat. Aku pun tidak bisa melompat-lompat dan bermain-main sebagaimana anak lelaki lain. Oleh karena itu aku tahu, bahwa anak anjing itu membutuhkan seseorang yang mau mengerti penderitaannya."

Kini pemilik toko itu menggigit bibirnya. Air mata menetes dari sudut matanya. Ia tersenyum dan berkata, "Aku akan berdoa setiap hari agar anak-anak anjing ini mempunyai majikan sebaik engkau."

~~


(taken fom dsH)




Tulisan di kaos favorit gw

BLEED everybody


Bleed : berdarah : terluka


Everybody bleed : semua orang terluka


Memang tidak ada orang yang hanya bertemu suka dan tidak pernah berduka. Semua orang pernah sakit, punya masalah, jadi tidak ada yang benar2 sendirian dalam menghadapi masalah. Semua mengalaminya sehingga ada yang mengatakan “kadang kita harus melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan”

Maka ketika senang “ingat sakit dikala sehat”, ketika duka datang “tidak ada malam kecuali berganti siang”, “badai pasti berlalu”,kata Oom Chrisye



Ayam dan Bebek

Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam.

Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan: "Kuek! Kuek!"

"Dengar," kata si istri, "Itu pasti suara ayam." "Bukan, bukan. Itu suara bebek," kata si suami. "Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras. "Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk!', bebek itu 'kuek! kuek!' Itu bebek, Sayang," kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.

"Kuek! Kuek!" terdengar lagi. "Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami. "Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul," tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.

"Dengar ya! Itu a... da... lah... be... bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?" si suami berkata dengan gusar. "Tapi itu ayam," masih saja si istri bersikeras. "Itu jelas-jelas bue... bek, kamu... kamu...."

Terdengar lagi suara, "Kuek! Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya. Si istri sudah hampir menangis, "Tapi itu ayam...." Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, ingat kenapa dia menikahinya.

Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, "Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok." "Terima kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya. "Kuek! Kuek!" terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.

Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah: siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu.

Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek"?

Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek!

tarbawi_community@yahoogroups.com



Si Biru Kado Ultah :-)

Waduh, internet dua hari ini mati total, gak bisa ngeblog deh... Padahal cuman mo ngisi dikit, sekedar mo nulis kalo sabtu ( 18/10 ) kemaren gw ultah :-)

Tambah tua aja, gak berasa umur makin kurang...

Gak ada kado saat itu, cuman ucapan selamat ma kecupan dari bini pas tengah malam :-) Katanya ntar aja kadonya, hehehe...

Dan kemaren kadonya udah dateng, udah disimpan dengan aman disamping rumah. Udah dicobain juga, gak nyangka beda banget rasanya dengan yang dulu gw pake waktu belajar :-P Jadi kagok waktu pertama make keliling komplek, hehehe...

Yah, mudah2an bisa cepet mahir biar bisa jalan2 tanpa keujanan :-)